Jumat, 03 Februari 2012

METAMORFOSIS MANUSIA


Aku terpikir untuk menafakuri bagaimana perjalanan manusia sampai mereka bisa begitu hebatnya bertahan hidup dari sekelumit masalah-masalah.
                Manusia terlahir lengkap dengan nasib dan takdir,tugas dan fungsinya sehingga tidak akan disebutkan manusia jika dia tidak memerankan semua instrument yang diberikan Alloh untuknya, termasuk sesuatu yang dianggap masalah dalam kehidupan,hal ini memang harus dialami supaya menjadi manusia bijaksana. Sahabat yang membaca blog ini,saya akan memaparkan sebuah kisah perempuan, dikisah ini memberi  pesan bahwa perempuan harus lebih kuat hatinya dan jangan terpuruk dikala melakukan kesalahan yang patal namun dikisah ini memberikan gambaran bahwa harus lebih kencang memperbaiki diri dan percaya diri dalam hidup,memaafkan orang-orang di masa lalu yang menyakiti,dan meminta maaf orang-orang yang tersakiti.
                Ada seorang perempuan cantik mungil dan cerdas,kehidupan dia normal tidak banyak masalah yang berarti, masa anak-anak sampai remaja dilaluinya dengan bahagia dan damai, dia merasakan cinta pertama semenjak SD kelas 6, ya mungkin orang-orang menyebutnya cinta monyet. Tapi menginjak SMP dia lost contact dengan lelaki pujaan nya yang tak sempat bahwa dia suka dan cinta. Semasa dia kuliah dia dipertemukan lagi oleh sahabat keduanya, begitu senang dan bahagia yang dirasakan perempuan itu. Namun kebahagiaan itu terasa tidak kurang dari 3 bulan, hubungan yang sudah cocok terlerai karena ternyata dia terkhianati oleh sahabat yang mempertemukannya dengan lelaki yang dicintainya.
                Selama bertahun-tahun sahabat keduanya memendam perasaan cinta ke lelaki itu, dan ternyata lelakinya juga diam-diam mencintainya, saking sakitnya dia jatuh sakit parah,dalam keadaan sakit pun mereka berdua seperti tidak ada perasaan bersalah sudah menyakiti perempuan itu yang tidak bukan sahabat dari kecil.
                Semenjak pengkhianatan itu, sampai hampir setahun semangat hidupnya rapuh, kondisinya seperti  bukan dia lagi yang dulu. Sampai suatu saat dia merenung dan menafakuri kenapa dia dikhianati, waktu itu dia juga bersamaan harus menyelesaikan skripsinya. Suatu hari dia berdoa “ ya Alloh apakah kelanjutan saya hidup sampai saat ini menandakan dimasa depan hamba akan mendapatkan yang terbaik dan banyak sesuatu yang harus saya raih dan itu membahagiakan diri hamba? Ya alloh hamba mengazamkan bahwa saya akan bertahan hidup dengan apa yang hamba miliki dan dengan apa yang engkau beri nanti”..sesudah berdoa dia menekadkan dalam hati bahwa dia harus sukses dan menyimpan masa lalu yang menyakitkan itu. Alhamdulillah sampai akhir studinya dia mendapatkan IPK cukup memuaskan.
                Sudah hampir 5 tahun dia menjalani kehidupan yang biasa meskipun tidak dipungkiri hatinya masih menyimpan kesakitan yang mendalam , dia terus memotivasi hatinya dengan sekuat hati supaya jangan sampai mati hatinya, dia melakukan perjuangan memotivasi hatinya dengan sekuat tenaga full. Tapi masa lalu yang dialaminya justru menjadikan power untuk menjalani kehidupan lebih baik,setiap hari dia mengupgrade diri dan jiwanya biar menjadi perempuan tegar dimata orang-orang sekitar dan terus memperbaiki diri karena yang diharapkan oleh dia bukan cinta lelaki itu lagi namun cinta yang memberi nafas lelaki yang dicintainya. Dan dia ingin mengabdikan dirinya untuk perempuan-perempuan yang merasakan kesakitan yang sama atau malah lebih parah, agar melanjutkan hidup ke kehidupan yang lebih baik dan benar. Kini perempuan itu melanjutkan studinya dan kini dia tetap menjaga diri dan hatinya , dan dia berkata bahwa dia akan terus menjaga hati tulus saya sampai Alloh menunjukan dan memberikan lelaki soleh dimata Alloh untuknya serta sahabat-sahabat yang memahami arti sahabat.
                Sahabat pembaca, mungkin kisah ini tidak terlalu asyik untuk dibaca namun coba kita telaah di kehidupan nyata tidak sedikit perempuan yang seperti ini putus asa dan merusak dirinya sampai tidak berharga lagi. Jika diantara sahabat pembaca mengalami pengalaman yang sama, tidak usah putus asa, selama ruh bersatu di badan kehidupan harus lanjut dan buktikan bahwa hanya Alloh satu-satunya penolong yang mencintai setulus hati bukan mereka yang menyakiti dan harus lebih menjaga hati alihkan semuanya untuk memperbaiki diri dan mengembangkan bakat sampai berhasil jangan tergoda dengan godaan hawa nafsu, harus fokus . Alloh tidak membiarkan hambanya kesakitan, kelak juga Alloh akan mengantikan yang l

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar